Perjalanan Sekawanan Perampok yang melintasi Waktu: Review Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Bagi sobat pecinta buku apalagi dengan genre Japanese Literature, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan penulis ternama asal Jepang bernama Keigo Highasino. Beliau ini sangat apik dalam menulis semua judul bukunya yang bergenre misteri, ciri khasnya yakni gaya penulisan dengan masalah yang rumit atau berkelit namun penuh dengan kejutan (plot twist). 

Maka kali ini, saya akan memberikan kesan saya setelah membaca salah satu karya beliau yang sepertinya sudah tidak asing di mata orang-orang apalagi yang sering berkunjung ke Gramedia. Bukunya yang satu ini biasa terpampang di rak halaman depan, rak khusus bagi buku best seller, berwarna biru dengan jumlah halaman yang kelihatan cukup tebal, cocok dijadikan bantalan buat tidur ataupun untuk menjitak kepala teman yang kalau dipinjemin buku, pas dibawa pergi mulus, pas balik malah lebus. Eitss.. kok jadi kemana-mana? 

Baiklah, langsung saja.. 

Sinopsis

Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi...

Judul : Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Rating : remaja

Penulis : Keigo Higashino

Tebal : 400 halaman

Berat : 0,35 kg


Warning!! Spoiler Alert!!👻

Sejujurnya saya pertama kali kenal dengan buku ini karena sering sekali lewat di beranda timeline akun Twitter/X saya. Banyak yang bilang bagus dan kalau ada yang pasang penjualan preloved-nya, maka dengan jarak waktu beberapa menit atau bahkan beberapa jam saja, sudah pasti langsung habis berebutan. Dan karena saya adalah mahasiswa yang kantongnya sering kering, saya memutuskan untuk meminjamnya di platform Ipusnas yang telah disediakan Perpustakaan Nasional. Walaupun sering menunggu dengan antre yang lama, alhamdulillah akhirnya dapat dalam waktu dua bulan kemudian.💗

Sebenarnya buku ini hanya terbagi dalam lima bab, tetapi di tiap babnya masih terbagi lagi menjadi bab-bab kecil yang memudahkan kita untuk membacanya.  Namun jujur, bagi saya alurnya lambat sekali, satu bab pertama nyaris memutuskan untuk drop membacanya, tapi karena masih penasaran dengan review orang-orang di Twitter yang bilang kalau bagus jadi diterusin lah sambil menguatkan mata supaya tahan dengan deretan tulisan kecil di layar laptop saya.

Bab kedua, ketiga, saya agak bingung dan bertanya-tanya, "Kok tiap bab kayak beda cerita?", dan ternyata bab-bab dari buku ini seperti puzzle. Tiap menyelesaikan satu bab rasanya kayak habis nemuin satu benang merah.

Secara keseluruhan buku ini menceritakan petualangan tiga orang perampok yang tengah berlindung mencari tempat persembunyian, Shota si cerdas nan bijaksana, Atsuya si paling logic namun tidak sabaran, dan Kohei yang paling nurut-nurut saja namun mudah merasa bersalah. Ketiganya berhasil menemukan sebuah rumah toko tua tidak terawat, yang ternyata adalah sebuah Toko Kelontong milik Namiya. 

Lalu siapa Namiya? Ia adalah seorang kakek-kakek tua yang sangat suka menanggapi semua cerita orang-orang yang mengirimkan surat kepadanya, awalnya hanya cerita iseng untuk menggoda sang Kakek saja, lama-kelamaan malah banyak cerita dengan masalah serius yang terus berdatangan.  Yang mengagumkan dari Kakek Namiya adalah beliau yang tidak membeda-bedakan caranya dalam merespon semua surat yang dikirimkan kepadanya. Baginya, entah surat itu hanya isi candaan atau masalah yang serius, semua orang yang sudah mengirimkan surat kepadanya pasti memiliki niat yang tulus sampai mau berusaha menulis surat kepadanya. Jadi dia pun berpikir bahwa dia harus merespon semua surat tersebut dengan jawaban tulus yang telah dipikirkan dengan matang-matang.

Selain itu, buku ini juga mengangkat beberapa latar peristiwa sejarah yang cukup menambah pengetahuan saya, contohnya adalah Pemboikotan Olimpiade Moskow tahun 1980 oleh Jepang dan juga bubarnya grup musik legendaris, The Beatles. Semua kisah tiap bab-bab nya diceritakan secara detail sehingga kita bisa membayangkan latar/suasana di balik cerita. Sungguh, bila kalian membaca buku ini, kalian akan sangat terkesan dengan kebaikan Kakek Yuji Namiya.😻

Jadi menurut saya pembawaan cerita Keigo-san dalam buku ini berbeda sekali dengan buku pertamanya yang saya baca, yang berjudul Malice - Catatan Pembunuhan sang Novelis ((tunggu ya reviewnya menyusul)). Seperti biasa buku Keigo-san keren dan unpredictable, tapi kalau mau mencari kekurangannnya maka ya itu tadi, alurnya benar-benar lambat sekali.😅

Tidak heran bila buku ini mendapat rating yang tinggi dari sobat-sobat pecinta buku.😻Walaupun rating yang diberikan penerbit GPU adalah untuk remaja, tapi bagi saya buku ini cocok untuk kalangan remaja maupun dewasa, apalagi untuk kalian yang menyukai genre misteri dan lintas waktu (time travelling). Cocok juga bagi kalian yang ingin menjadikannya kado bagi sahabat ataupun orang tersayang kalian. 


Sekian review buku pertama dari saya, jika kalian berkenan silahkan tambahkan komentar kalian bila selesai membaca bukunya, setuju kah dengan pendapat saya?

Sampai jumpa di postingan selanjutnya🙌

Komentar